Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

6 Tempat Wisata Yang Wajib Kamu Kunjungi Ketika Ke Jogjakarta

WOLUPEDIA - +Wisata Jogja  Hi, traveller kali ini saya akan memberikan informasi bagi kalian yang suka melancong, keindahan Wisata di Indonesia yang sangat beragam dan tentunya indah tidak kalah menarik dari dunia luar. Di tempat ini khususnya bagi kamu yang ingin berwisata ke +Yogyakarta City  atau sedang ada di Yogyakarta, ada baiknya dan jangan lupa buat mengunjungi tempat wisata ini.

6 Tempat Wisata Yang Wajib Kamu Kunjungi Ketika Ke Jogjakarta
Wisata Jogja Via +Google 


Di kota Gudeg sebutan yang memang merupakan kota dengan ciri khas kulinernya adalah gudeg, banyak sekali tempat wisata yang menjadi tempat yang dituju para wisatawan asing ataupun lokal, dari yang berada di kota-kota besar maupun di desa-desa. 

Nah, dibawah ini merupakan tempat wisata yang bisa kamu pilih gaes :-)

Tempat-Tempat Wisata Di Yogyakarta

1. Lokasi Hutan Pinus Kragilan

Hutan Pinus Kragilan
Kragilan Via @instagram

1 jam dari Jogjakarta Hutan Pinus Kragilan, Lereng Gunung Merbabu, Magelang, Jawa Tengah Lokasi hutan pinus Kragilan cukup luas jadi untuk penambahan fasilitas permainan masih bisa di maksimalkan dengan baik. 
Untuk bisa sampai kesini ada tiga jalur yang dapat dipilih :

  1. Jalur Muntilan/Blabak Ketep. Dari Ketep mengambil jalur ke arah Kopeng, kira-kira 4 kilometer dari Ketep di sebelah kiri jalan akan terlihat spanduk Top Selfie Pakisan Kragilan.
  2. Jalur Kopeng. Dari Kopeng ikuti jalur ke arah Ketep, Top Selfie akan ada di kanan jalan setelah memasuki daerah Kaponan
  3. Jalur Candimulyo. Dari arah Candimulyo menuju Kaponan, setelah bertemu pertigaan jalur Kopeng-Ketep ambil ke kiri/ke arah Kopeng. Top Selfie Pakisan Kragilan akan ada di kiri jalan.

Dengan biaya masuk Rp.3000,- untuk montor dan Rp.10.000,- untuk mobil kita bebas berfoto selfie dan explore hutan pinus ini sesuka hati. Yang berencana buat foto prewedding dengan tema hutan pinus silahkan ke hutan pinus kragilan.


2. Mangrove Jembatan Api-api Kulonprogo, Jogjakarta

Mangrove Jembatan Api-api Kulonprogo, Jogjakarta
Mangrove Jembatan Api-api Via +Instagram 

Hutan Mangrove ini lokasinya ada di daerah Jangkaran, Kulonprogo, Jogja yang sangat dekat dengan perbatasan Kabupaten Purworejo. Pintu masuk menuju Kawasan Wisata Hutan Mangrove ini ada di Jalan Daendels, kira kira 300 meter sebelah barat jembatan Congot (kiri jalan), ada kok papan petunjuk arahnya di depan jalan masuk. Hutan Mangrove ini memanjang mulai dari muara sungai bogowonto ke arah barat. Menurut info dari penjaga loket, orang yang pertama kali menanam mangrove di sini adalah orang dari Aceh, yang biasa dipanggil warga setempat dengan panggilan "Cut". Beliau menanam mangrove di sini awalnya untuk penelitian S2 nya di UGM, hal tersebut sudah lama sekali, hingga sekarang berkembang menjadi hutan mangrove yang sangat berguna untuk mencegah abrasi dan sekarang malah berkembang lagi menjadi objek wisata.


3. Green Village Gedangsari 

Green Village Gedangsari Via +Instagram 

cocok untuk para pemburu sunset dan tempat hunting foto di Jogja yang keren dan eksotis. Di puncak bukit desa ini Anda bisa melihat perbukitan dan juga gunung aktif serta daerah lain terlihat jelas.
Harga Tiket Masuk Untuk memasuki Green Village Gedangsari tidak dipungut biaya alias gratis, Anda cukup membayar parkir kendaraan saja.

Lokasi Dan Rute Perjalanan 
Alamat dan lokasi Green Village Gedangsari terletak di dataran tinggi dusun Guyangan Lor, Mertelu, perbatasan antara Kabupaten Gunungkidul, DIY dengan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.

Akses menuju Green Village Gedangsari ini cukup mudah dijangkau dari segala arah. Hanya saja jalan utama menuju ke lokasi wisata memang cukup sempit dan menanjak sehingga para pengunjung harus ekstra hati-hati.
Rute menuju Green Village Gedangsari : 

  • Jika dari Klaten melalui Wedi ke arah selatan lewat jalur Dusun Watugajah.
  • Sedangkan jika dari Timur (Bayat) pengunjung bisa melewati Kecamatan Bayat ke selatan lewat Desa Tegalrejo dan setelah itu ke arah barat lewat Guyangan Lor.
  • Jika Anda berangkat dari Jogja ada dua jalur alternatif menuju Green Village Gedangsari ini. Pertama melalui jalan utama Jogja-Wonosari. Dan yang kedua lewat jalan Solo-Klaten dan belok kiri arah Wedi.


4. Kebun Buah Mangunan


Kebun Buah Mangunan
Kebun Buah Mangunan Via +Instagram 

Waktu terbaik untuk mengunjungi Kebun Buah Mangunan adalah akhir Desember dan bulan Januari, saat buah primadona kebun, durian, sedang berbuah. Bagi penggemar buah durian tentunya ini sangat menyenangkan. Namun, pengunjung diharapkan membawa payung aatu jas hujan karena pada awal tahun curah hujan memang cukup tinggi. Kunjungi pula kebun buah di pagi hari, saat masih pagi hari sehingga masih banyak kabut dan mataharinya belum terik. Saat pagi hari warna langitnya cantik dan udaranya sangat segar.

Luasnya perkebunan juga bisa jadi sarana olahraga dan menyehatkan badan. Pohon-pohon lain (selain pohon buah-buahan) seperti jati dan pinus menambah keteduhan dari kebun buah ini. Kebun Buah Mangunan cocok bagi anda yang berwisata bersama pasangan, teman-teman, maupun keluarga. Bagi yang berminat menikmati Kebun Buah Mangunan segera reservasi trip wisata Anda di Labiru Tour. Penasaran kan bagaimana cantiknya kebun ini.

5. Wisata Alun Alun Kidul Jogja 

Wisata Alun Alun Kidul Jogja
Wisata alun-alun Kidul via +Instagram 

Yang menarik di objek Wisata Alun Alun Kidul Jogja ini adalah adanya permainan "mistis" yang bernama Masangin. Masangin adalah permainan dimana kita berjalan dengan mata tertutup dan
melewati tengah antara dua pohon beringin besar yang berada disana. keliatan mudah bukan? tetapi
banyak juga orang yang berbelok atau bahkan berbalik. Jika pengunjung tidak membawa penutup mata sendiri, bisa menyewa penutup mata seharga 4000 rupiah saja dan bisa dipakai selama yang kita
inginkan. 

Permainan itu menurut cerita berawal dari sebuah cerita / mitos. Menurut cerita masyarakat setempat, dulu pada masa kerajaan Sultan Hamengkubuwono I ada seorang putri yang cantik rupawan. Kecantikannya begitu terkenal, banyak pemuda yang jatuh hati dan ingin melamarnya. Namun tidak mudah untuk menaklukkan hati sang putri, ada syarat yang harus dipenuhi, yaitu pemuda yang melamarnya harus dapat melewati celah pohon beringin kembar dengan mata tertutup. Konon, menurut Sultan orang yang dapat melewati celah beringin tersebut adalah seseorang yang mempunyai hati bersih dan tulus. Banyak yang mencoba, tetapi tidak ada yang berhasil, kecuali anak Prabu Siliwangi yang akhirnya menjadi suami sang putri. Selain itu, tempat ini pernah dijadikan sebagai pertahanan gaib untuk mengecoh pasukan Belanda yang ingin menyerang keraton agar mereka kehilangan arah. 

Dan dengan adanya mitos / cerita tersebut ditambah mitos hanya orang yang berhati bersih yang bisa
melewati celah diatara pohon beringin tersebut menambah daya tarik wisatawan untuk mengunjunginya. Selain permainan masangin, kita juga bisa mencoba naik sepeda atau becak yang sudah dihiasi lampu LED warna warni yang berada di alun alun kidul. Tentunya hanya pada malam hari, becak / sepeda lampu itu tersedia. Setelah lelah mencoba permainan masangin dan mengayuh becak, kita bisa menikmati makanan yang telah ditawarkan disekeliling ? alun alun. tertarik mencoba masangin dan mengayuh becak lampu hias? segera kunjungi Yogyakarta dan jangan lupa mampir di alun alun yogyakarta

6. Pantai Watulawang

Pantai Watulawang
Pantai Watulawang Via +Instagram 

Pantai Watulawang adalah pantai yang terletak di Kecamatan Tepus, Kabupaten (+GUNUNGKIDUL.co ) Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pantai ini adalah salah satu dari sekian banyak pantai yang ada di Gunungkidul yang menawarkan keindahan pasir putih dan batu karangnya. Di sebelah barat Pantai Watulawang terdapat Pantai Indrayanti yang sekarang sudah dikenal oleh banyak orang dan di sebelah timur terdapat Pantai Poktunggal yang tak kalah terkenalnya dengan Pantai Indrayanti. Nama watulawang sendiri diambil dari Bahasa Jawa yaitu watu yang berarti batu, dan lawang yang berati pintu. Menurut beberapa sumber yang saya baca, disebut Pantai Watulawang karena di pantai ini terdapat gua batu yang digunakan oleh masyarakat sekitar untuk upacara adat sadranan atau yang biasa disebut dengan upacara nyadran (upacara adat yang dilaksanakan pada bulan Sya'ban dalam kalender Hijriah atau kalender Islam). Dan pintu batu tersebut hanya terbuka dan bisa dimasuki oleh orang banyak pada acara adat nyadran itu saja.


Nah, Tempat - tempat Wisata yang indah bukan? Pokoknya rugi deh kalau udah ke Jogjakarta trus nggak datengin tempat-tempat ini, jangan lupa ajak saya ya? masih jomblo lho adminnya hahahaha, 
Semoga bermanfaat dan selamat menikmati keindahan alam indonesia.